Wahai Anak Adam
Janganlah engkau takut pada kekuasaan
sedangkan kekuasaan-Ku lah yang abadi
dan selamanya tidak akan pernah berakhir
Wahai Anak Adam
Janganlah engkau takut dari sempitnya harta
sedangkan harta-Ku banyak
dan selamanya tidak akan pernah habis
Wahai Anak Adam
Kuciptakan engkau untuk ibadah
maka janganlah bermain-main
dan Aku telah menjamin rezekimu
maka janganlah engkau buat dirimu letih mencarinya
Demi kekuasaan dan kemuliaan-Ku.............
Jika engkau ridho terhadap ketentuan-Ku atasmu
maka akan Aku bahagiakan jiwa dan ragamu
dan Kucatat engkau sebagai hamba yang bersyukur
dan
Demi kekuasaan dan kemuliaan-Ku.............
Jika kau tidak ridho terhadap ketentuan-Ku atasmu
Aku akan menjadikan engkau susah karena dunia
dan engkau berlari mengejar dunia
seperti hantu-hantu berlarian di hutan pada malam hari
Kemudian tidak akan engkau dapatkan apapun
kecuali yang telah Aku tetapkan atasmu
Wahai Anak Adam
Aku telah menciptakan langit dan bumi
dan Aku sama sekali tidak merasa kesusahan
lalu apa susahnya bagi-Ku untuk mengatur rejekimu ?
Wahai Anak Adam
Jangan engkau tanyakan pada-Ku mengenai rejeki esok hari
sebagaimana Aku tidak menanyakan padamu mengenai amalmu besok
Wahai Anak Adam
Sungguh Aku mencintaimu......
Maka penuilah Hak-Ku
Jadilah engkau hamba yang mencintai-Ku.
Kamis, 11 Agustus 2016
Kamis, 17 Desember 2015
Update status...............
Apapun cita-citamu, kematianlah akhirmu
Kemanapun pergimu, kuburlah pemberhentianmu
Di matamu kubur diliputi keheningan dan kesunyian
sesungguhnya dia ramai oleh tangisan dan penyesalan
Kemanapun pergimu, kuburlah pemberhentianmu
Di matamu kubur diliputi keheningan dan kesunyian
sesungguhnya dia ramai oleh tangisan dan penyesalan
Rabu, 01 Juli 2015
Maafkanlah .....
Ada seorang tua pergi haji.
Dia mempunyai sebuah dompet yang didalamnya terdapat uang
dan barang berharga lainnya.
Seorang pemuda mencopet dompetnya dan melarikan diri.
Kehendak Alloh...
Baru beberapa langkah lari, tiba-tiba pandangan pencopet menjadi buram.
Pemuda pencopet ini mulai menangis
dan orang-orang mengerumuni dan bertanya sebab menangisnya.
Pemuda ini menjawab " Aku telah mencuri dompet seorang kakek
dan nampaknya dia telah mengutukku,
dan sebagai akibatnya, Alloh telah mengambil penglihatanku"
Orang-orang bertanya padanya perihal keberadaan kakek itu.
Dia berkata " Di dekat tukang cukur rambut Fulan"
Ketika orang-orang menemui kakek itu,
mereka memintanya untuk memaafkan pemuda pencopet tadi
dan pencopet itu memintanya untuk memaafkannya.
Kakek itu berkata " Aku telah memaafkanmu sejak awal-awal tadi"
Orang-orang berkata " Dia telah mencopet dompetmu
tapi kau langsung memaafkannya?"
Kakek itu berkata " Ya, suatu hal telah terlintas dibenakku saat aku dicopet
sehingga aku langsung memaafkanya"
Orang-orang bertanya " Suatu hal apa yang terlintas di benakmu ?"
Kakek itu berkata " Ketika dia mengambil dompetku
dan melarikan diri,suatu hal terlintas dibenakku ;
Ketika hari kiamat tiba, aku mempersembahkan perkaraku di hadapan Alloh,
maka anak muda ini akan dihakimi dan waktu akan diperlukan
untuk mengambil keputusan.....
Rasululloh bersabda : Aku tidak akan masuk surga hingga penghakiman umatku selesai.
Jadi aku berpikir bahwa waktu yang diperlukan untuk memutuskan perkaraku
akan menghambat Rasululloh dari memasuki surga.
Jadi aku memaafkannya, sehingga tidak perlu ada perkara disidang
dan Rasululloh tidak perlu terhambat karenaku".
*******************************************************
Manusia bisa tergerak hatinya dan berempati,
ketika mereka bersama dengan orang di sekitar mereka.
Terkadang mereka mendapat kebahagiaan
dan terkadang mendapat kebencian.
Terkadang cinta merasuki jiwa mereka
dan terkadang kebencian merasuki jiwa mereka.
Inilah kedua emosi yang saling bertolak belakang yang dimiliki manusia.
Ketika panci dan wajan saling bertabrakan maka akan timbul suara bising.
Demikian halnya ketika seseorang bertemu dengan orang lain,
terkadang ada perselisihan.
Dapat mengemudikan mobil dengan kencang bukanlah suatu keahlian
sebab itu juga bisa dilakukan oleh anak kecil,
namun dapat mengemudikan dengan kencang dan bisa mengendalikan
itulah keahlian.
Orang yang baik bukanlah orang yang bisa marah ketika dia mempunyai hak untuk itu
tapi orang yang baik adalah dia yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.
Di lingkungan kita; putri, putra, istri, saudara, sahabat, tetangga
dapat membuat kesalahan dan mengucapkan sesuatu tanpa sengaja.
Daripada marah dan memendam kebencian, lebih baik kita membiasakan diri
memaafkan mereka karena Alloh.
Sesungguhnya kawan-kawan kita sangat membutuhkan hal ini.
Orang itu mungkin hanya berbuat satu dosa,
sementara siapa tahu kita telah berbuat dosa lebih banyak daripadanya.
Jika dengan memaafkan satu kesalahan, Alloh mau mengampuni seluruh dosa kita,
maka inilah kesempatan yang bagus.
Itulah mengapa, ketika seseorang memohon maaf
ataupun meskipun dia tidak memohon maaf,
untuk menyenangkan Alloh, kita maafkan ia.
Selain itu dengan kita memaafkan,
maka Rasululloh tidak perlu terhambat memasuki surga.
Jika ini yang kita pikirkan,
tidakkah kita mau memaafkan orang-orang ?
Inilah kebiasaan Rasululloh.
Semoga Alloh beri kita kemampuan untuk mengamalkan sunnah ini,
dan semoga Alloh beri kita kemampuan menerapkannya di sisa hidup kita.
Sabtu, 20 Juni 2015
DIBALIK KETIDAKTAHUAN
Dzolimkah ibu nabi Musa ketika ia hanyutkan bayinya dalam sungai ?
Dzolimkah nabi Ibrohim ketika ia hendak menyembelih anaknya ?
Dzolimkah nabi Musa yang membuat kaumnya terjebak antara lautan dan tentara Fir'aun ?
Ibu nabi Musa belum tahu kalau anaknya akan hanyut menuju kerajaan. Dia belum tahu kalau anaknya akan ditemu dan dirawat di kerajaan
Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya
Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.
Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLOH dan tanpa berhenti berharap yang terbaik...
Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLOH telah menyiapkan Kejutan !
Seringkali Alloh berkehendak didetik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba-hambaNYA.
Jangan kita berkecil hati saat sepertinya belum ada jawaban doa...
Karena kadang Alloh mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita tidak suka...
Alloh memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan...!!!
Lakukan bagian kita saja, dan biarkan
Alloh akan mengerjakan bagianNYA...
Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih RidhoNYA
Selasa, 26 Mei 2015
yang telah pergi....
Beberapa waktu lalu,
seorang teman memberi kabar, tetangganya meninggal dunia.
Tidak ada gejala sakit,
Sehari sebelumnya masih bekerja seperti biasa,
bahkan malamnya masih ngobrol dengan istrinya.
Malam hari tidur ternyata pagi tidak bangun lagi.
"Meninggal mendadak" kata teman.
"Berapa umurnya?"
"30 tahunan"
Meninggal mendadak ?
Kita semua tentu sepakat ; ya.....meninggal mendadak
Benarkah meninggal mendadak ?
............................
Kehidupan bagai lilin yang menyala,
sewaktu waktu hidupnya dimatikan oleh satu tiupan
Kita semua menuju ke akherat
entah ke arah yang benar atau salah
semua akan sampai ke akherat
Kita berpikir,
diri kita terbuat dari daging darah dan tulang
Tidak.........
Tapi kita terbuat dari waktu.
Jika satu jam meninggalkan kita
sebagian diri kita telah hilang,
bagian itu tidak pernah kembali
Kita diciptakan dari hari-hari,
jika sebuah hari meninggalkan kita
sebagian diri kita telah meninggalkan kita
Malaikat maut tidak datang mendadak
Dia telah menunggu bagian demikian bagian waktu yang kita miliki pergi
Apabila diri kita memiliki bagian waktu 30 tahun,
malaikat maut telah menunggunya selama 30 tahun.
Penyesalan datang setelah ketiadaan.
Sesuatu yang dianggap biasa,
ketika pergi akan terasa berharga.
Kamis, 23 April 2015
Harap dan Takut
Terkadang
Kita berputus-asa mengejar apa yang kita inginkan,
atau kita menghadapi apa yang kita takuti.
Disaat seperti inilah hubungan dengan Alloh benar-benar diuji.
Sebagian kita ketika merasa berputus-asa untuk menggapai yang diinginkan,
kita berhenti meminta dan berdo'a kepada Alloh.
Berpikir bahwa kita takkan bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
Ketika menghadapi apa yang kita takutkan,
kita berhenti memohon kepada Alloh.
Berpikir bahwa doa kita tidak dijawab.
Siapa yang memohon kepada Alloh ?
Hanya mereka yang percaya kepada Alloh
Apa artinya percaya kepada Alloh ?
Tidak sekedar meyakini bahwa Alloh Maha Penyayang
Tidak cukup
Percaya pada Alloh adalah :
Meyakini bahwa Alloh punya kekuatan atas segala hal,
kemudian meyakini bahwa Alloh Maha Penyayang.
Ketika kita dalam ujian Alloh,
bahkan orang-orang yang selama ini dekat dengan kita,
tidak bisa menolong kita.
Bukan berarti mereka tidak mengasihi kita,
tapi memang mereka tidak mampu mengangkat kesulitan yang kita hadapi.
Dalam keadaan seperti ini kita harus meyakini bahwa
tidak ada satupun di bumi dan di langit yang melampaui kekuatan Alloh.
Jika kita meyakini Alloh Kuasa atas segala sesuatu,
pada saat kapanpun kita menghadapi yang kita takutkan
atau berputus-asa dengan apa yang kita harapkan,
Kita akan ingat bahwa Alloh akan mengangkat kesulitan kita
Rabu, 15 April 2015
Alloh tahu yang terbaik untuk kita
Tanggal 15 April 2015
Ketika hendak solat sunnah, istri mendapati korden jendela terbuka penuh.
Tidak seperti biasanya.
Istri menyangka saya yang buka sebab malamnya saya pulang agak larut,
menemani tamu di masjid
Pulang sholat subuh, ada kabar ada pencuri masuk rumah adik
Jaraknya kurang lebih hanya 40 meter dari rumah saya
Hanya mengambil uang tunai dalam tas.
Dan tasnya pun tidak dibawa, ditaruh dibawah pohon.
Ketika siang saya menemani jamaah di masjid, istri menelpon
Ternyata si pencuri tidak hanya hanya membuka korden jendela
tapi juga sempat menaruh tangga dibalik tembok.
Rupanya beliaunya sebenarnya ingin bertamu di rumah saya,
bukan rumah adik saya.
Ke siapapun beliau (pencuri) bertamu,
yang jelas dia telah menimbulkan musibah bagi tuan rumah.
Kembali kepada pihak tuan rumah dalam menyikapi.
Terkadang seseorang mendapat musibah, tapi dia tidak tahu
musibah itu sebenarnya baik baginya
Benarkah ?
Adakah musibah yang baik ?
Seorang ulama pernah menuturkan kisah nyata tentang hikmah suatu musibah.
Beliau berkata :
Seseorang yang bekerja di kepolisian berkata :
Suatu hari seorang pria tua datang mengajukan keluhan.
Dia seorang pria yang mempunya 7 anak dan kesemuanya buta.
Suatu hari dia mendapat kabar bahwa 2 anaknya bisa disembuhkan matanya
dan ada dokter ahli di kota lain yang bisa membantunya.
Tapi dibutuhkan biaya kurang lebih 50 juta rupiah untuk operasinya.
Jumlah yang sangat besar baginya.
Ketika uang terkumpul, dia siapkan kendaraan.
Dia hampiri kedua putranya dengan bahagia, mereka akan segera bisa melihat.
Ketika dia keluar, ternyata dia tidak mendapati kendaraanya.
Kendaraanya telah dicuri, begitu juga uangnya.
Dia tidak punya uang, selama ini terpaksa menabung uang untuk waktu yang lama
demi pengobatan kedua puteranya.
Kini dia tidak punya kendaraan, tidak punya uang,
dan tidak ada biaya lagi untuk pengobatan kedua puteranya.
Kepolisian akhirnya mencari informasi keberadaan kendaraan tersebut.
Setelah 2 minggu ternyata kendaraannya ditemukan di gurun,
dan Alhamdulillah dalam kondisi baik.
Ketika diperiksa, uang 50 juta di laci kendaraan masih utuh.
Ternyata kendaraan dikendarai anak yang main-main.
Mereka mengemudikan kendaraan hingga jauh,
dan ketika bensin habis kendaraan ditinggal di gurun.
Pria tua ditelpon dan diundang datang ke kantor polisi
Sang petugas berkata :
" Aku mempunyai kabar baik untukmu"
Pria tua menjawab, " Aku juga punya kabar baik untukmu"
Petugas berkata, " Katakan kabar baikmu".
Pria tua menjawab," Tidak, kau lebih dahulu".
Petugas berkata, " Kami menemukan kendaraanmu dalam kondisi baik,
dan Alhamdulillah uangmu 50 juta masih utuh di dalamnya".
Pria tua itu tampak tidak begitu terkesan
Petugas pun menanyakan " Apa kabar baikmu ?"
Pria tua berkata, " Kau tahu kedua puteraku yang buta
yang akan aku bawa ke dokter untuk menjalani operasi mata ?"
"Ya" jawab petugas
Pria tua itu berkata :
" Alloh telah mengembalikan penglihatan mereka tanpa operasi,
Alhamdulillah tiba-tiba saja penglihatan mereka kembali normal".
Subhanalloh...
Alloh memutuskan operasinya ditunda
sehingga penglihatan mereka kembali normal tanpa perlu operasi.
Justru kalau operasi mereka dilaksanakan, penglihatan mereka terganggu.
Kita terkadang melihat suatu musibah sebagai musibah saja
tapi kita tidak pernah tahu,
melalui musibah itu Alloh mengirim kebaikan untuk kita.
Tetaplah berprasangka baik pada Alloh
Minggu, 15 Maret 2015
Guru Terbaik..
Ada seorang guru mengajar di kelas
menerangkan sebuah pelajaran
Hampir 1 jam dia menerangkan.
Setelah itu, pelajaran diakhiri.
Ditanyakan ke murid :
" Ada yang perlu ditanyakan?"
Ada satu anak yang angkat tangan
" ya silahkan tanya apa nak ?"
" saya tak paham yang ibu terangkan"
"Bagian yang mana "
"semua"
Bagimana sikap sebagai guru ?
Ada tanggungjawab untuk membimbing siswa itu sampai paham
"Baik saya ulang lagi ya" kata guru itu
Lalu sang guru menerangkan ulang
" Sudah bisa dipahami ?" tanya guru
"Belum" jawab siswa tadi"
"Bagian mana yang belum?"
"Semua"
Si guru garuk-garuk kepala
Kalau diterangkan ulang jelas tidak mungkin,
kasihan siswa lain, waktunya bisa habis
Akhirnya.....
" Baiklah nak,
pulang sekolah, habis makan siang kau ke sekolah lagi
nanti saya terangkan ulang"
Si guru memberi les tambahan pada satu siswa itu
Selesai memberi pelajaran tambahan ditanyakan
"Sudah paham ?"
"Belum"
"Bagian yang mana ?"
"semua" jawab siswa itu
Si guru makin garuk-garuk kepala
"Baiklah nanti saya beri waktu lagi untuk menerangkan ya
Saya nanti akan ke rumahmu, kita ulang disana"
Akhirnya les tambahan dilakukan di rumah orangtua siswa itu
Ternyata siswa belum paham juga
sedikitpun tidak paham
Kali ini siswa diundang ke rumah guru untuk diberi les tambahan
Diterangkan ulang pelajaran yang siswa tadi belum paham
Selesai menerangkan ditanyakan
"Sudah paham ?"
"Belum"
"Bagian yang mana ?"
"Semua" jawab siswa itu
Si siswa malah jengkel dan marah
" Bu guru yang tidak bisa mengajar,
Ibu nggak pantas jadi guru"
Sambil berkata demikian, dia lempar bukunya
pulpennya, dan semua yang didepannya ke guru
Dalam keadaan demikian
Tidakkah guru itu berhak untuk marah ?
Ya... guru itu berhak marah
Dan seorang guru normalpun akan marah
Semua orang akan membenarkan kalau guru itu memarahi,
mengumpat,memaki bahkan memukul anak itu.
____________________
Rasululloh adalah guru terbaik sepanjang masa
Beliau mengajari dengan metode terbaik, kurikulum terbaik
dan yang diajarkan pelajaran yang sangat sederhana :
Quluu Laa ilaha illalloh tuflihu
Katakanlah laa ilaaha illalloh maka kamu akan sukses.
Berapa lama beliau mengajarkanya ?
12 tahun beliau mengajarkanya di Mekkah
dan dalam bahasa mereka sendiri, bahasa Arab
dan apa jawaban orang-orang ?
" Saya tidak mengerti......... beri aku yang lain......
Aku tidak tertarik..."
Dan mereka tidak hanya mengatakan " Aku tidak mengerti"
Tapi mereka juga mencomooh sang pengajarnya
Mereka mencemooh Rasululloh saw
" oo kamukah yang mengaku nabi
Apakah tidak ada orang lain yang pantas menjadi nabi"
Bahkan mereka memerangi Rasululloh saw
Dalam keadaan demikian
Tidakkah Rasululloh berhak untuk marah ?
Ya... Rasululloh berhak marah
dan
Apakah rasululloh marah ?
Pada suatu masa, beberapa sahabat datang kepada Beliau
Ditengah-tengah pertempuran
Sebuah pertempuran sedang bergejolak
Sahabat berkata kepada Rasululloh :
"Orang-orang Tsaqif sedang membantai kita dengan panah-panah mereka
Berdoalah kepada Alloh ya Rasulululloh,
agar Alloh sapu bersih mereka dari muka bumi"
Rasululloh mengangkat tangan lalu berdo'a
Para sahabat berkata," Ini dia...ini telah selesai"
Mereka mengira Rasullulloh berdoa seperti yang mereka minta
Ketika beliau membuka mulut, beliau berkata :
" Allohummahdii Tsaqifan..........
Ya Alloh berilah hidayah kepada Bani Tsaqif'
Selepas itu beliau menoleh ke para sahabat dan bersabda
" Aku tidak diutus untuk melaknat orang-orang
Aku tidak diutus untuk mengutuk orang-orang
Aku tidak diutus untuk menghancurkan orang-orang
Innama buitstu rahmatan.....
Sesungguhnya aku diutus untuk memohonkan rahmat"
Beliau tidak pernah marah kepada ummat
Beliau senantia berdo'a untuk ummat
Beliau senantiasa menangisi ummat
Sollu 'ala Rasulillah ..
Habibi al Mustofa...
Rabu, 11 Maret 2015
Sesungguhnya Aku dekat.....
Setiap kita pernah mendapatkan masalah
Masalah keluarga, pekerjaan, rumahtangga, jodoh
Setiap kita juga pernah punya keinginan.
Sebagai orang beriman, diajarkan kepada kita ;
Apabila mendapat masalah, mengadulah ke Alloh,
Bila memiliki keinginan, mintalah pada Alloh
Namun yang kita jumpai,
Kita sudah mengadu ke Alloh saat ada masalah hidup
Kita sudah meminta ke Alloh saat menginginkan suatu hal
Kita sudah sungguh-sungguh dalam berbagai amalan
tapi kenapa masalah belum juga pergi dari kita ?
kenapa keinginan kita belum jua tepenuhi ?
Apa karena kekurangan kita,
Karena bukan orang alim, bukan ustadz, pengetahuan agama kita kurang ?
Apakah Alloh hanya mengabulkan mereka yang lebih alim dari kita,
Bacaan Qur'annya lebih bagus dari kita, hijabnya lebih sempurna dari kita
Pengetahuannya dalam agama lebih luas dari kita ?
Begitu ?
Alloh berfirman yang artinya:
Apabila hamba menanyakan tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat
Aku menjawab permohonan orang yang memohon kepadaKu
Alloh senang bila hamba menanyakan tentangNya
Sampai-sampai Alloh sendiri yang datang mendekat kepada hambaNya
dan Alloh senang bila hamba meminta kepadaNya
Alloh undang siapapun yang ingin berdoa kepada Alloh
Tidak perlu menjadi orang spesial untuk memohon kepada Alloh
Alloh tahu secara personal.
Alloh mendengar per lisan hamba yang berdo'a
seakan Alloh berkata kepada setiap pemilik lisan :
"Ya.....
Aku tahu tentang kamu disana
Aku tahu yang kamu alami
aku tahu yang kamu pinta
Kapanpun engkau meminta
pada malam malam maupun siang hari,
Aku selalu ada
Percayalah....
Aku mendengar doamu
Aku tahu cara terbaik untuk menjawab doa-doamu
Aku akan menjawab doamu yang bahkan kamu tidak akan bisa bayangkan
betapa baiknya caraKu menjawab doamu
Kamu bisa saja memohon sesuatu yang sebenarnya tidak baik untukmu
Kamu bisa saja menolak sesuatu yang sebenarnya baik untukmu
dan aku akan mengabulkan dengan sesuatu,
yang bahkan lebih baik daripada yang kamu pinta
Kamu bisa saja meminta sesuatu yang apabila dikabulkan sekarang,
itu akan menyakitkanmu
Jadi Aku tahan doa itu
dan akan Aku berikan pada waktu yang terbaik untukmu
Percayalah kepadaKu...."
Selasa, 10 Maret 2015
Lemah lembutlah
Siapa yang tidak kenal Fir'aun
Sampai hari kiamat nama Fir'aun akan dikenang
Tidak ada satu orang tua pun yang menamai anaknya Firaun
Ada banyak alasan untuk membenci Fir'aun :
Fir'aun mencoba membunuh Musa ketika bayi,
membunuh ribuan bayi tiap tahun,
menganggap dirinya Tuhan
tapi ketika Nabi Musa diutus ke Fir'aun
Nabi Musa diperintahkan lembah lembut ke Fir'aun
Faa Qulu Qoulan layyina
Katakanlah dengan lemah lembut
Kepada Fir'aun diperintahkan lemah lembut
Bagaimana ke istri kita, anak kita, saudara kita, sahabat kita, teman dakwah kita ?
Inilah orang yang paling pantas mendapatkan kelemahlembutan dari kita
Terkadang teman bahkan keluarga sendiri yang tidak senang mendengar perkataan kita
Mungkin saat ini kita menjadi lebih dekat dengan islam
dan mereka tidak terlalu dekat dengan islam
dan mungkin saat ini kita diberi kapahaman lebih dari mereka
dan itu membuat kita marah
Kita marah saat wanita dari keluarga kita tidak pakai hijab
kita marah saat ada anggota keluarga kita tidak sholat
kita marah saat ada sahabat kita tidak paham kebolehan matsna tsulatsa wa ruba'
kita marah saat ada sahabat kita tidak ikut sunnah
Kita menjadi marah kepada mereka
Sebenarnya kalau kita sadar,
Kemarahan kita hanya akan membuat mereka semakin jauh dari islam
Hal itu tidak akan membuat mereka menjadi dekat
Hati yang lembut harus dimiliki kepada mereka yang tidak dekat dengan islam
Hati yang lembut harus dimiliki kepada mereka yang mungkin kepahaman dibawah kita
Dulu mungkin kita juga tidak sholat 5x sehari
Dulu mungkin kita juga tidak memakai hijab
Dulu mungkin kita juga memelihara jenggot
Ada waktu ketika kita juga seperti mereka
Misalkan saat itu ada seseorang datang
dan bicara dengan nada kasar kepada kita,
Kita akan shalat atau malah semakin menjauhinya ?
Kita akan memakai hijab atau malah melepasnya ?
Kita akan memelihara jenggot atau malah mencukurnya ?
Alloh telah melembutkan hati kita
maka bersabarlah sampai Alloh melembutkan hati mereka
Alloh telah membuka kepahaman pada kita
maka bersabarlah sampai Alloh memberi kepahaman kepada mereka
Sabtu, 07 Maret 2015
Sekecil-kecilnya sunnah ?
Kisah Nyata.
Ada rombongan dakwah dikirim ke sebuah negri di Eropa
Rombongan melakukan perjalanan dengan mobil.
Di suatu tempat, salah seorang anggota rombongan ingin buang air kecil.
Mobil pun menepi.
Tidak dijumpai toilet umum.
Dan mobil berhenti di ruang terbuka.
Akhirnya diputuskan beberapa orang ikut turun
Mereka membawa kain
Lalu kain dibentang melingkar dan dipegangi dengan membelakangi.
Yang ingin buang air kecil pun masuk ke dalam tabir kain itu
Selesai hajatnya, kain dilipat kembali dan balik ke mobil
Ternyata ada mobil yang berhenti di belakang mobil mereka
Dan selama buang hajat, dia mengamati
"Tadi kalian sedang apa ?" tanya orang tersebut
" oo salah seorang dari kami tadi buang air kecil"
" wah kok repot amat, kan cukup berdiri hadapkan ban mobil, selesai"
Jamaah tersenyum dan salah seorang berkata dengan lembut
"Kami orang islam dan beginilah yang diajarkan nabi kami"
"Islam ? Nabi ? " tanyanya.
Akhirnya salah seorang menjelaskan tentang islam kepadanya
Alloh bukakan pintu hidayah
Dia bersyahadat
Allohu Akbar
Sesungguhnya orang yang tidak beriman kekal dalam adzab
Sekecil-kecil adzab neraka : kaki menginjak bara api neraka, otaknya mendidih
Orang beriman kembalinya adalah surga
Derajat surga yang paling rendah seluas 10 kali dunia seisinya
Hanya dengan sebab buang air kecil tapi ikut sunnah,
Orang kafir mendapat hidayah
terselamat dari ancaman siksa yang kekal
Saudaraku,
katakanlah, adakah sunnah yang kecil ?
Saat ini kita menimbang sunnah dengan hawa nafsu kita
Kita ambil yang menyenangkan,
kita abaikan yang tidak sesuai nafsu
Nabi bersabda : siapa yang menolak sunnahku bukan golonganku
Saudaraku,
Ceritakan kepadaku,
bagaimanakah nasib orang yang bukan golongan Rasululloh ?
Rabu, 04 Maret 2015
Seruan Ummat
Alhamdulillah
Kita ummat nabi
ummat yang terbaik
yang dilahirkan ditengah-tengah manusia
dengan tanggungjawab amar ma'ruf nahi munkar
MasyaAlloh Kita ummat nabi
ummat yang terbaik
yang dilahirkan ditengah-tengah manusia
yang tumbuh diatas pengorbanan para nabi
bahkan tetesan darah para syuhada
kini terpecah belah karena meninggalkan dakwah cara nabi
Wahai ummat Nabi
Jadikanlah dakwah cara Nabi menjadi maksud hidupmu
InsyaAlloh Kita ummat nabi
ummat yang terbaik
yang dilahirkan ditengah-tengah manusia
akan kembali jaya sebagaimana di jaman nabi
dengan syarat ummat ini berdakwah dengan membawa 6 keyakinan
dan menafikkan 5 perkara
Yakin bahwa dakwah ini ada perintah Alloh
Yakin bahwa dakwah adalah amalan Rasululloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada keridhoan Alloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada jaminan Alloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada janji-janji Alloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada pertolongan Alloh
Menafikkan suku
Menafikkan bangsa
Menafikkan budaya
Menafikkan bahasa
Menafikkan warna kulit
Jaminan Alloh akan diberikan di dunia
Janji Alloh akan ditunaikan di akherat
Pertolongan Alloh akan diberikan sewaktu-sewaktu kita memerlukan

Korban atas diri, harta dan waktu. Peralatan perang disiapkan.

Bergerak memberi manfaat seperti matahari
Kami dari Indonesia dan Bapak dari Kamboja, kita saudara karena memiliki kalimah yang sama yaitu Laa ilaha illAlloh.......
Menafikkan perbedaan suku, bangsa, bahasa, ras dan
warna kulit
Kita ummat nabi
ummat yang terbaik
yang dilahirkan ditengah-tengah manusia
dengan tanggungjawab amar ma'ruf nahi munkar
MasyaAlloh Kita ummat nabi
ummat yang terbaik
yang dilahirkan ditengah-tengah manusia
yang tumbuh diatas pengorbanan para nabi
bahkan tetesan darah para syuhada
kini terpecah belah karena meninggalkan dakwah cara nabi
Wahai ummat Nabi
Jadikanlah dakwah cara Nabi menjadi maksud hidupmu
InsyaAlloh Kita ummat nabi
ummat yang terbaik
yang dilahirkan ditengah-tengah manusia
akan kembali jaya sebagaimana di jaman nabi
dengan syarat ummat ini berdakwah dengan membawa 6 keyakinan
dan menafikkan 5 perkara
Yakin bahwa dakwah ini ada perintah Alloh
Yakin bahwa dakwah adalah amalan Rasululloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada keridhoan Alloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada jaminan Alloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada janji-janji Alloh
Yakin bahwa dalam dakwah ada pertolongan Alloh
Menafikkan suku
Menafikkan bangsa
Menafikkan budaya
Menafikkan bahasa
Menafikkan warna kulit
Jaminan Alloh akan diberikan di dunia
Janji Alloh akan ditunaikan di akherat
Pertolongan Alloh akan diberikan sewaktu-sewaktu kita memerlukan
Korban atas diri, harta dan waktu. Peralatan perang disiapkan.
Bergerak memberi manfaat seperti matahari
Kami dari Indonesia dan Bapak dari Kamboja, kita saudara karena memiliki kalimah yang sama yaitu Laa ilaha illAlloh.......
Menafikkan perbedaan suku, bangsa, bahasa, ras dan
warna kulit
Senin, 13 Mei 2013
Cerita saja
Ada seorang kepala keluarga,
bepergian bersama keluarga dengan kendaraan.
Suami, istri dan anak-anak.
Anak-anak duduk di belakang, istri duduk disamping.
Saat kendaraan melaju,
tiba-tiba ada yang menghentikan.
" Pak, saya mau ikut menumpang bisa ?"
" ooo bisa..bisa... silahkan naik, Bu tolong pindah kebelakang ya "
Kata si suami kepada istrinya.
Sepertinya yang menghentikan bukan orang sembarangan.
Istrinya juga dengan wajah cerah ikut mepersilahkan.
Kendaraan melaju lagi.
Keluarga nampak ceria dengan kehadiran penumpang baru.
Tak berapa lama, tiba-tiba ada yang menghentikan lagi.
" Pak, saya mau ikut menumpang bisa ?"
" ooo bisa..bisa... silahkan naik".
Penumpang disampingnya dipersilahkan mundur,
Penumpang baru duduk disampingnya.
Kali ini,
Sepertinya yang menghentikan juga bukan orang sembarangan.
Istrinya juga dengan wajah cerah ikut mepersilahkan.
Kendaraan melaju lagi.
Tiba-tiba ada yang menghentikan lagi.
"Pak, boleh saya ikut menumpang ?"
" Wah.. maaf sudah tidak muat" kata si suami yang sedang mengemudi.
" Nanti ya kalau sempat saya jemput lagi" imbuhnya.
" Iya ... sudah tidak muat" kata istri denga raut tidak senang.
Kendaraan melaju lagi....
tiba-tiba....
"Stop...." kata seseorang menghentikan
"Cukup..perjalananmu berhenti sampai disini" katanya lagi
" Ka..ka..kamu siapa ?" tanya si suami tergagap.
" Aku utusan, dan kami diperintakan menghentikan kamu sekarang".
" oh.. maaf jangan sekarang,
ijinkan saya menurunkan penumpang-penumpang saya,
saya akan jemput penumpang terakhir tadi,
biar saya jemput dan duduk bersama saya" kata si suami
" Tidak bisa" kata yang menghentikan kendaraan.
Seketika berhentilah perjalanan si suami.
Tidak ada kuasa baginya untuk melanjutkan.
Tidak ada kesempatan untuk kembali, walau ada keinginan.
Tahukah anda
Siapa tokoh yang berperan sebagai si suami ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai penumpang pertama ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai penumpang kedua ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai penumpang ketiga yang ditolak ikut ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai pemutus perjalanan ?
Yang berperan sebagai Si suami adalah kita-kita semua
Yang berperan sebagai penumpang pertama adalah harta benda
Yang berperan sebagai penumpang kedua adalah jabatan
Yang berperan sebagai penumpang ketiga adalah agama
Yang berperan sebagai pemutus perjalanan adalah malaikat maut.
Ya...
Ini hanya cerita
dan kita terlibat dalam isi cerita.
Kita yang saat ini dalam perjalanan menuju akherat.
Kita yang sering terlena dengan apa-apa yang kita miliki ;
Istri, anak-anak, kendaraan.
Saat harta benda benda datang ke kita, kita beri tempat dalam hidup kita.
Kita dan keluarga suka cita menyambutnya.
Saat jabatan datang ke kita, kita beri ruang dalam hidup kita.
Kita dan keluarga suka cita menyambutnya.
Namun saat agama meminta perhatian kita,
kita tak peduli,
tidak ada ruang,
tidak ada waktu untuknya.
Dan ketika malaikat mau menghentikan kita,
baru tersadar hajat kita akan agama,
dan kita minta waktu agar diberi kesempatan untuk kembali
agar diberi kesempatan untuk membawa agama
namun semua sia-sia
Tidak akan kembali waktu yang telah berlalu
tidak akan terulang waktu yang telah hilang.
Sekali lagi, ini hanya cerita
bepergian bersama keluarga dengan kendaraan.
Suami, istri dan anak-anak.
Anak-anak duduk di belakang, istri duduk disamping.
Saat kendaraan melaju,
tiba-tiba ada yang menghentikan.
" Pak, saya mau ikut menumpang bisa ?"
" ooo bisa..bisa... silahkan naik, Bu tolong pindah kebelakang ya "
Kata si suami kepada istrinya.
Sepertinya yang menghentikan bukan orang sembarangan.
Istrinya juga dengan wajah cerah ikut mepersilahkan.
Kendaraan melaju lagi.
Keluarga nampak ceria dengan kehadiran penumpang baru.
Tak berapa lama, tiba-tiba ada yang menghentikan lagi.
" Pak, saya mau ikut menumpang bisa ?"
" ooo bisa..bisa... silahkan naik".
Penumpang disampingnya dipersilahkan mundur,
Penumpang baru duduk disampingnya.
Kali ini,
Sepertinya yang menghentikan juga bukan orang sembarangan.
Istrinya juga dengan wajah cerah ikut mepersilahkan.
Kendaraan melaju lagi.
Tiba-tiba ada yang menghentikan lagi.
"Pak, boleh saya ikut menumpang ?"
" Wah.. maaf sudah tidak muat" kata si suami yang sedang mengemudi.
" Nanti ya kalau sempat saya jemput lagi" imbuhnya.
" Iya ... sudah tidak muat" kata istri denga raut tidak senang.
Kendaraan melaju lagi....
tiba-tiba....
"Stop...." kata seseorang menghentikan
"Cukup..perjalananmu berhenti sampai disini" katanya lagi
" Ka..ka..kamu siapa ?" tanya si suami tergagap.
" Aku utusan, dan kami diperintakan menghentikan kamu sekarang".
" oh.. maaf jangan sekarang,
ijinkan saya menurunkan penumpang-penumpang saya,
saya akan jemput penumpang terakhir tadi,
biar saya jemput dan duduk bersama saya" kata si suami
" Tidak bisa" kata yang menghentikan kendaraan.
Seketika berhentilah perjalanan si suami.
Tidak ada kuasa baginya untuk melanjutkan.
Tidak ada kesempatan untuk kembali, walau ada keinginan.
Tahukah anda
Siapa tokoh yang berperan sebagai si suami ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai penumpang pertama ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai penumpang kedua ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai penumpang ketiga yang ditolak ikut ?
Siapa tokoh yang berperan sebagai pemutus perjalanan ?
Yang berperan sebagai Si suami adalah kita-kita semua
Yang berperan sebagai penumpang pertama adalah harta benda
Yang berperan sebagai penumpang kedua adalah jabatan
Yang berperan sebagai penumpang ketiga adalah agama
Yang berperan sebagai pemutus perjalanan adalah malaikat maut.
Ya...
Ini hanya cerita
dan kita terlibat dalam isi cerita.
Kita yang saat ini dalam perjalanan menuju akherat.
Kita yang sering terlena dengan apa-apa yang kita miliki ;
Istri, anak-anak, kendaraan.
Saat harta benda benda datang ke kita, kita beri tempat dalam hidup kita.
Kita dan keluarga suka cita menyambutnya.
Saat jabatan datang ke kita, kita beri ruang dalam hidup kita.
Kita dan keluarga suka cita menyambutnya.
Namun saat agama meminta perhatian kita,
kita tak peduli,
tidak ada ruang,
tidak ada waktu untuknya.
Dan ketika malaikat mau menghentikan kita,
baru tersadar hajat kita akan agama,
dan kita minta waktu agar diberi kesempatan untuk kembali
agar diberi kesempatan untuk membawa agama
namun semua sia-sia
Tidak akan kembali waktu yang telah berlalu
tidak akan terulang waktu yang telah hilang.
Sekali lagi, ini hanya cerita
Rabu, 17 April 2013
Mencukur rambut
Ketika tahallul (memotong rambut sebagai bagian dari rukun haji umroh),
kepala ini ditangani oleh tukang cukur dari Mesir.
Dia punya salon di bawah pertokoan depan masjidil harom.
Mereka kerja secara kelompok.
Ada yang bertugas mencari 'pasien' di luar,
dan ada yang bertugas di dalam sebagai tukang cukur.
Ketika pegawai bagian luar ini membawa kami ke salonnya,
petugas bagian pencukur bertanya :
Mau dipotong semua atau sebagian ?
Kami (Bapak, kakak dan saya sendiri) ingin botak sekalian.
Dengan cekatan tukang cukur membuka kemasan pisau cukur,
ternyata pisaunya untuk sekali pakai.
Kami bertiga ditangani 1 orang.
Tiap selesai mencukur 1 orang, pisau dibuang.
Yang membuat takjub, kecepatannya dalam mencukur
1 tukang cukur mencukur botak 3 orang tidak sampai 5 menit.
Subhanalloh...
Keluar dari salon,
masih belum hilang bayangan akan kecekatan tukang cukur.
Di kota kelahiran nabi ini,
begitu mudah sekali otak ini diajak mengaitkan peristiwa di depan mata dengan kejadian dimasa nabi.
Teringat hadits yang ada kata kunci tentang mencukur rambut.
Nabi saw. bersabda kepada sahabat beliau :
"Maukah aku beritahukan kepadamu suatu kebaikan
yang lebih utama daripada shalat sunah, puasa, dan sedekah ?"
Jawab para sahabat: "Beritahukanlah, ya Rasulullah!"
Beliau bersabda:
"Mendamaikan sesama manusia,
karena kebencian dan pertengkaran dapat menghilangkan kebaikan
seperti pisau cukur mencukur rambut."
AllohuAkbar....
Rambut yang per centimeter tumbuhnya perlu waktu berbulan-bulan,
yang perubahan warnanya dari hitam menuju putih,
harus menunggu puluhan tahun,
habis tidak tersisa dalam tempo kurang dari 5 menit.
Dan demikian halnya kebaikan,
yang sedikit demi sedikit kita kumpulkan,
habis tidak tersisa karena pertengkaran.
Di hadits lain diriwayatkan
Seorang sahabat bertanya kepada rasululloh saw :
" Wahai Rasulullah,
sesungguhnya fulanah senantiasa melakukan shalat malam,
berpuasa di siang hari, banyak beribadah dan bersedekah,
tetapi dia selalu menyakiti tetangganya dengan lisannya.
Maka Rasulullah n bersabda:
"Tidak ada kebaikan pada dirinya, dia termasuk penghuni neraka"
Hari ini,
begitu ringannya kita mengeluarkan perkataan,
menuliskan kalimat yang menyakitkan hati orang lain.
Demi mengkhawatirkan nasib perut kita,
kita tidak memperdulikan hati orang.
Demi beberapa rupiah yang sudah ditakdirkan jatahnya,
kita tidak pedulikan aturan agama yang dapatnya perlu diusahakan.
Alangkah sayangnya bila nilai kebaikan yang telah dikumpulkan
habis karena kebiasaan kita menyakiti hati orang,
habis karena pertengakaran oleh hal sepele,
yang kadang hanya demi menunjukkan siapa kita,
habis sebagaimana pisau cukur mencukur rambut
dan
Alangkah beruntungnya bagi yang mau mendamaikannya
karena dia mendapat pahala yang lebih besar dari pahala shalat sunah, puasa, dan sedekah
Semoga kita termasuk yang beruntung
Kamis, 15 November 2012
Bagus sekali kamu ....
Datang sesorang kepada Ibrohim ibn Adham dan berkata :
"Wahai Ibrohim, hatiku selalu diliputi keinginan untuk berbuat maksiat, maukah kau memberiku nasehat ?"
Jawab Ibrohim :
"Bermaksiatlah selama kau mampu mengerjakan 5 syarat "
" Apa itu Ibrohim ?"
1. Jangan makan dan minum dari rizki Alloh !
"Bagaimana bisa wahai Ibrohim, sedangkan Alloh yang memberi makan dan tidak makan ?
"Bagus sekali kamu, kamu makan dan minum rejeki Alloh tapi bermaksiat kepadaNya?"
" Apa syarat yang kedua?"
2. Jangan tinggal di bumi Alloh !
"Bagaimana bisa wahai ibrohim, sedangkan bumi dan langit ini milik Alloh"
"Bagus sekali kamu, kau makan dan minum rejeki Alloh, kau berpijak di bumi Alloh dan kamu bermaksiat kepadaNya ?"
"Apa syarat ketiga ?"
3. Pergilah ke tempat bertempat yg tidak dilihat Alloh !
"Kemana wahai Ibrohim, sedang Dia yang Maha Menjaga tidak pernah lalai dan tidak pernah tidur ?"
"Bagus sekali kamu, kau makan dan minum rejeki Alloh, kau berpijak di bumi Alloh dan di setiap tempat Dia mengawasimu namun kau bermaksiat kepadaNya ?"
"Apa syarat keempat ?"
4. Bila malaikat maut datang untuk mengambil nyawamu bilang pada malaikat itu, aku tidak mau mati sekarang !
"Siapa yang bisa wahai Ibrohim, sedangkan Alloh sudah mengatakan bila ajal datang tidak bisa diakhirkan sesaatpun dan tidak bisa jua diawalkan ?"
"Bagus sekali kamu, kau makan dan minum rejeki Alloh, kau berpijak di bumi Alloh, disetiap tempat Dia mengawasimu dan kamu tidak bisa mencegah kematian bila datang kepadamu namun kamu bermaksiat kepadaNya ?"
"Apa syarat kelima ?"
5. Bila datang malaikat adzab, dan hendak memasukkan kamu ke neraka jangan kau mau dan mintalah masuk surga !
"Siapa yang bisa wahai ibrohim ?"
"Bagus sekali kamu, kau makan dan minum rejeki Alloh, kau berpijak di bumi Alloh, disetiap tempat Dia mengawasimu, kau tidak bisa mencegah kematian bila datang kepadamu dan dirimu tidak bisa menentukan sendiri neraka dan surgamu namun kamu bermaksiat kepadaNya ?"
"Dengarkan Wahai Ibrohim..... aku beristighfar dan bertaubat kepada Alloh "
"Sekarang ?"
"ya... sekarang wahai Ibrohim..."
___________________________________________
Sesungguhnya hati kita setiap saat selalu terbersit untuk bermaksiat... terbesit untuk 'berbelok' dari jalan Alloh, walau berniat untuk kembali.
Adakah kita membacakan syarat ke hati kita apa yang telah Ibrohim uraikan kepada seseorang disaat kehendak maksiat itu datang kita ?
dan..
Adakah kita bersiap mengambil keputusan sebagaimana orang yang menghadap Ibrohim ibn Adham mengambil keputusan?
Beristighfar dan bertaubat saat kehendak maksiat datang....
Sekarang... ya...sekarang
"Ketika kau merasa letih dalam melakukan kebaikan maka sungguh keletihan akan segera sirna dan kebaikannya akan abadi. Sekiranya kau merasa bahagia melakukan dosa dan maksiat, ketahuilah bahwa kebahagiaannya akan segera sirna padahal dosa dan kemaksiatannya akan abadi." (Ali bin Abi Thalib ra)
Senin, 06 Agustus 2012
(8) Ending...
Terlalu banyak kebaikan untuk diceritakan.
Tinggal bagaimana bisa meniru mengamalkan
Kami tidak menafikkan ada beberapa yang tidak baik yang kami jumpai,
namun kami meyakini
itu karena dosa kami sendiri sehingga Alloh nampakkan keburukan.
Selain itu,
selama ini berita suatu kaum atau suatu negeri
yang sering sampai ke kita adalah keburukan kaum tersebut.
Kekerasan, kerusuhan, kemiskinan.
Kebaikan jarang sekali diungkap.
Berat bagi kita untuk menjadi baik
bila hari-hari mendengar keburukan.
Dalam mafhum hadits, Rasululloh bersabda :
Barang siapa yang menutup aib seorang muslim,
maka Alloh akan tutup aibnya dunia dan akherat.
Barang siapa yang membuka aib seorang muslim
maka akan Alloh buka aibnya
sehingga di rumah sendiri merasa malu.
Sesama muslim adalah saudara.
Kebaikan dalam diri muslim
adalah cita-cita dan cermin bagi muslim lainnya
Keburukan dan aibnya adalah aib diri sendiri juga
yang perlu diusahakan untuk saling menutupi.
Alhamdulillah selama di India
Alloh banyak beri tarbiyah iman, ilmu, amal dan sifat.
Demikian juga saat transit 5 hari di Malaysia
Banyak kebaikan yang kami terima di Malaysia.
Kebaikan yang semata-mata mengharap ridho Alloh.
Mudah-mudahan Alloh pilih kami lagi
untuk dikirim ke pelosok-pelosok negri lainnya
untuk belajar dan menimba kebaikan penduduk negri tersebut.
Negri hijaz menjadi cita-cita mendatang
mudah-mudahan Alloh kabulkan.
Senin, 16 Juli 2012
(7) InsyaAlloh
Diantara sifat mengesankan muslim di India,
mereka menganggap penting pembicaraan agama.
Setiap sore,
kami keliling menjumpai saudara muslim sekitar masjid,
sedang sibuk apapun,
mereka hentikan sejenak kegiatannya.
Pernah kami ke tukang cukur sedang ada pelanggan
dan gunting cukur sudah bekerja setengah kepala,
saat melihat kedatangan kami,
dia ijin ke pelanggannya dan mendatangi kami.
Demikian juga saat ada orang,
yang kebetulan lagi mengelas pagar besi dilantai 2.
Dia hentikan pekerjaanya dan turun menemui kami.
Pemuda-pemuda sedang bermain kriket,
mereka hentikan permainan dan mendatangi kami,
mendengarkan pembicaraan kami
" Pak, kami jamaah dari Indonesia sekarang di masjid bapak,
datang kesini untuk silaturahim menjumpai saudara muslim kami.
Alloh persaudarakan kita karena memiliki kalimah yang sama
kalimah Laa ilaha illalloh Muhammadurrasululloh.
Kita saudara karena Alloh.
Sebagai saudara, ada hak yang harus saling ditunaikan.
yaitu saling ucap salam apabila dekat, saling silaturrohim.
Menjenguk bila sakit, saling mendoakan bila jauh .
Namun ada perkara hak yang lebih penting
yang harus ditunaikan, yaitu saling mengingatkan.
Mengingatkan perkara apa ?
Bahwa kehidupan dunia kita sementara dan akherat selama-lamanya.
Untuk kehidupan dunia kita yang sementara ini
kita memerlukan bekal, apalagi untuk kehidupan akherat
yang selama-lamanya.
Keperluan hidup dunia kita, semua tahu
Namun untuk keperluan akherat kita, kadang kita lupa.
itulah perlunya kita saling ingatkan
bahwa untuk bekal hidup kita di akherat
hanya dengan iman dan amal soleh.
Untuk itu, kami mengundang Bapak untuk ke masjid,
saat ini sudah diadakan pembicaraan
pentingnya iman dan amal soleh
sebagai bekal hidup kita di akherat.
InsyaAlloh bisa ke masjid sekarang ?"
Pembicaraan kami ke siapapun saat itu,
hanya satu seperti itu.
Hanya sekitar 5 sampai 10 menit.
Betapapun mahalnya waktu mereka, betapapun sibuknya,
namun mereka mendudukan perkara agama diatas segala sesuatu.
Ada yang seketika berangkat ke masjid,
ada yang minta waktu untuk melanjutkan pekerjaan dan aktivitasnya.
Mereka sangat mengormati agama dan apa-apa yang ada hubungannya dengan agama.
Mereka mengormati seruan agama.
Terhadapa tawaran agama,
tidak pernah mengelak dan menolak
paling tidak mereka ucap : InsyaAlloh...
Selasa, 10 Juli 2012
(6) Terserah pada Mu ...
Suatu hari,
Salah seorang anggota jamaah kami sakit.
Setelah bermusyawaroh dengan jamaah masjid tempatan,
teman kami dibawa ke dokter terdekat.
Dokter memutuskan, teman kami harus dirawat di rumah sakit.
Singkat cerita,
ternyata teman kami levernya infeksi.
10 hari teman kami dirawat di rumah sakit tersebut.
Kurang lebih 20 botol infus dihabiskan.
Kami harus kembali ke Delhi,
walau perawatan belum selesai.
Wajah, mata dan kulit teman kami nampak kuning.
Niat kami, perawatan akan dilanjutkan di Delhi.
Malam itu,
Kami diantar beberapa kendaraan orang tempatan ke stasiun.
Mereka mengantar kami, mencarikan tempat duduk kami
dan mereka ikut naik ke gerbang membawakan tas kami.
Ketika kami sudah menempati tempat duduk kami,
tiba-tiba salah seorang pengantar kami
mendekati teman kami yang sakit dan menggenggamkan uang.
Saya yang kebetulan duduk didekatnya secara refleks mencegah
"Tidak...tidak...jangan memberi uang"
"Tidak, dengarkan saya" katanya
dia menjelaskan dengan singkat karena kereta mau berangkat.
Ternyata saya salah sangka,
dia memang memberi uang, tapi dia persilahkan si sakit,
yang diberi uang tadi mengembalikan uang tersebut
kepada si pemberi tapi saat mengembalikan niatnya sedekah.
"Sedekah menolak balak" katanya.
Peristiwa diatas bagi saya pribadi,
akan mudah sekali terlupakan
dan berlalu tanpa kesan seandainya peristiwa serupa
tidak datang mengiringi.
Ceritanya,
Ketika kami sampai masjid yang kami tuju di Delhi,
kami langsung bermusyawaroh dengan penerima tamu masjid.
Kami ceritakan keadaan salah satu teman kami.
Oleh penerima tamu, kami dipersilahkan istirahat.
Sore hari teman yang sakit akan dipertemukan dengan dokter.
Di masjid tersebut hari-hari ada dokter jaga.
Bukan dinas di masjid, tapi memang disana sudah umum,
orang tidak hanya menginfakkan tidak hanya hartanya,
tapi juga waktu dan kemampuannya diinfakkan untuk masjid.
Bukan hanya dokter, tapi juga dosen, mahasiswa, pedagang, pejabat negara, pimpinan madarosah/pondok, santri, siswa, mahasiswa.
Mereka kerja dunia mereka sebagaimana biasa,
sepulang kerja mereka masjid untuk beberapa jam,
sesuai yang mereka niatkan.
Waktu dan tenaga yang diinfakkan untuk masjid tersebut,
mereka gunakan selain untuk ibadah
juga untuk membantu jamaah masjid yang membutuhkan,
sukarela dan tanpa dibayar.
Ada atau tidak ada yang membutuhkan, mereka tetap di masjid
hingga batas waktu yang mereka niatkan, kemudian pulang kerumah.
Sore hari dokter datang,
kami serahkan catatan medis dari rumah sakit.
Dokter tersebut memberi resep,
dan dia jelaskan makanan yang dibolehkan serta tidak diperbolehkan.
Kami tinggal di lantai 3 masjid.
Selama kami disana, makan kami di lantai 1.
Nasehat dokter ;
teman yang sakit hanya boleh makan bubur
dan tidak boleh turun ke lantai 1.
Ketika kami mau ke ruangan kami,
dokter tersebut memberi tambahan resep,
Resep yang kami yakin tidak pernah dipelajari di sekolah kedokterannya.
" Jangan lupa, perbanyak sedekah".
Mendengar pesan tersebut,
kami teringat peristiwa di kereta api.
Namun, hanya sekedar ingat dan sedikit terfikirkan,
betapa pentingnya sedekah.
Belum ada kesan.
Selama di masjid itu, teman kami hanya ditempat tidur
Tidak makan, hanya minum susu murni.
mata dan badannya nampak kuning
Badannya lemah.
Besoknya, teman yang sakit mengeluarkan uang,
jumlahnya tidak sedikit.
Uang tadi diserahkan ke saya dan katanya sambil berbisik ;
" Mas, tolong belikan Mushof Al Qur'an terbagus lalu berikan ke teman-teman kita".
Saya ke pasar depan masjid, membeli Mushof Al Qur'an.
Mushof Al Qur'an saya bagikan sesuai amanah.
Kami hampir 5 hari di masjid tersebut.
teman-teman kami harus berangkat ke Bangladesh
termasuk teman kami yang sakit.
saya sendiri bergabung dengan jamaah lain
ke Malaysia dari Kolkata .
Hari ketiga, saya ke dokter jaga di masjid
menanyakan apa yang harus dikerjakan,
sekaligus memberitahu bahwa hari ke 5 teman kami ke Bangladesh.
Kata Dokter, " besok saya membutuhkan sample darahnya".
Hari keempat,
Saya datangi teman kami,
saya katakan bahwa dokter membutuhkan sample darah.
Ternyata, teman kami menolak
"Alhamdulillah saya agak baik mas,
sudah sejak kemarin saya makan dibawah jadi tidak perlu sample darah,sakit dicoblos" katanya.
Subhanalloh..
saya lihat memang mata dan wajahnya tidak begitu kuning.
Sejak membagikan mushof, saya memang sudah tidak satu tempat
Saya bergabung tempat dengan jamaah lain,
jadi tidak tahu perkembangannya.
Peristiwa di kereta dan nasehat dokter tentang sedekah
yang sebelumnya hanya singgah di telinga dan otak,
hanya terdengar dan terfikirkan
kini mengendap dalam hati
berbuah keyakinan.
Selama ini kami sering mendengar,
kami sering membicarakan,
namun hari itu kami melihat
dan mudah-mudahan Alloh beri kekuatan untuk mengamalkan.
Sedekah bukan dagang,
memberi sedikit mengharap kembali banyak.
Sedekah adalah niat memberi semata-mata karena Alloh,
terserah Alloh,
balasan akan diberikan, disimpan atau dialihkan.
Sungguh Maha benar Alloh dan Rasul Nya yang mulia
Sedekah mencegah datangnya bala'.....
Sedekah menjauhkan dari segala musibah...
Rasulullah SAW bersabda:
“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah."
Ya Alloh..
beri kekuatan pada kami untuk bersedekah,
sedekah harta, diri dan waktu.
Pahamkanlah kami akan makna sedekah.
Kamis, 05 Juli 2012
(5) inilah tawakal....
Disuatu tempat yang kami singgahi,
kami berkenalan dengan seorang jamaah masjid
Sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak
disana disebut reksawala.
Bukan hanya amalan masjidnya yang mengesankan,
namun amalan dalam bekerja juga membuat kami kagum.
Dalam menarik becak setiap hari,
dia membuat ketetapan bagi dirinya
bila sudah mendapatkan 100 rupee (+- Rp.20.000),
atau bila sudah bekerja 2 jam, dia pulang
Mana yang dicapai lebih dulu.
Walau tenaga masih kuat,
hari masih panjang,
namun apabila sudah mendapat 100 rupee
atau bekerjanya sudah 2 jam
maka dia akhiri kerjanya.
" Alhamdulillah, sudah cukup",
katanya ketika saya tanya kenapa.
Dan setiap hari,
dia gratiskan kepada penumpang pertama becaknya
siapapun penumpangnya.
Subhanalloh..
sehari dengan 20ribu rupiah,
sudah cukup untuk nafkah hidupnya
Dia, istrinya dan seorang anaknya kelas 2 SMA,
padahal
100 rupee nilainya sama dengan 20.000 kita,
harga kebutuhan pokok disana
tidak jauh beda dengan negri kita.
Sisa waktunya, dia gunakan untuk masjid
Saat jamaah kami datang,
setiap pulang kerja, dia menemani kami di masjid.
Hingga saat ini,
Kami terkesan dan selalu mengingatnya.
dan
bila kami teringat,
hanya doa yang bisa kami kirimkan kesana
'Ya Alloh terimalah amalannya,
berkahilah usahanya,
istiqomahkan selalu di jalanMu
berangkat dia membawa agama
keseluruh sudut dunia ini dengan QudrotMu
dia sudah mengajari kami arti ihtiar
dia mengajari arti tawakal sebenarnya
dan dia sudah mengajari kami
cara memberi manfaat ke sesama,
walau dia sendiri dalam keadaan kekurangan.'
Wahai Abitamim
hari demi hari usiamu kian berkurang
sementara engkau tidak pernah menyadarinya.
Setiap hari Aku mendatangkan rezeki kepadamu
sementara engkau tidak pernah memujiKu
dengan pemberian yang sedikit
engkau tak pernah mau lapang dada,
dengan pemberian yang banyak
engkau tidak juga merasa kenyang
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip Blog
-
►
2015
(11)
- ► 12/13 - 12/20 (1)
- ► 06/28 - 07/05 (1)
- ► 06/14 - 06/21 (1)
- ► 05/24 - 05/31 (1)
- ► 04/19 - 04/26 (1)
- ► 04/12 - 04/19 (1)
- ► 03/15 - 03/22 (1)
- ► 03/08 - 03/15 (2)
- ► 03/01 - 03/08 (2)
-
►
2013
(2)
- ► 05/12 - 05/19 (1)
- ► 04/14 - 04/21 (1)
-
►
2012
(12)
- ► 11/11 - 11/18 (1)
- ► 08/05 - 08/12 (1)
- ► 07/15 - 07/22 (1)
- ► 07/08 - 07/15 (1)
- ► 07/01 - 07/08 (1)
- ► 06/17 - 06/24 (2)
- ► 06/10 - 06/17 (1)
- ► 06/03 - 06/10 (1)
- ► 03/25 - 04/01 (1)
- ► 03/11 - 03/18 (1)
- ► 02/05 - 02/12 (1)
-
►
2011
(18)
- ► 10/23 - 10/30 (1)
- ► 10/09 - 10/16 (1)
- ► 09/25 - 10/02 (1)
- ► 09/18 - 09/25 (1)
- ► 09/11 - 09/18 (1)
- ► 08/14 - 08/21 (1)
- ► 08/07 - 08/14 (1)
- ► 07/31 - 08/07 (1)
- ► 07/17 - 07/24 (1)
- ► 07/10 - 07/17 (1)
- ► 06/26 - 07/03 (1)
- ► 06/12 - 06/19 (1)
- ► 06/05 - 06/12 (1)
- ► 05/29 - 06/05 (2)
- ► 02/13 - 02/20 (1)
- ► 02/06 - 02/13 (1)
- ► 01/02 - 01/09 (1)
-
►
2010
(28)
- ► 12/26 - 01/02 (2)
- ► 12/19 - 12/26 (1)
- ► 11/07 - 11/14 (3)
- ► 10/17 - 10/24 (1)
- ► 09/26 - 10/03 (1)
- ► 09/19 - 09/26 (1)
- ► 09/12 - 09/19 (2)
- ► 08/01 - 08/08 (1)
- ► 07/25 - 08/01 (1)
- ► 07/18 - 07/25 (1)
- ► 07/11 - 07/18 (1)
- ► 07/04 - 07/11 (1)
- ► 05/30 - 06/06 (1)
- ► 05/02 - 05/09 (1)
- ► 03/28 - 04/04 (1)
- ► 03/14 - 03/21 (1)
- ► 02/28 - 03/07 (1)
- ► 02/21 - 02/28 (1)
- ► 02/07 - 02/14 (1)
- ► 01/31 - 02/07 (2)
- ► 01/17 - 01/24 (1)
- ► 01/10 - 01/17 (1)
- ► 01/03 - 01/10 (1)
-
►
2009
(27)
- ► 12/27 - 01/03 (1)
- ► 12/13 - 12/20 (1)
- ► 11/29 - 12/06 (1)
- ► 11/15 - 11/22 (2)
- ► 10/25 - 11/01 (1)
- ► 10/11 - 10/18 (2)
- ► 09/27 - 10/04 (1)
- ► 09/20 - 09/27 (1)
- ► 09/13 - 09/20 (1)
- ► 09/06 - 09/13 (3)
- ► 08/30 - 09/06 (3)
- ► 08/23 - 08/30 (4)
- ► 08/09 - 08/16 (1)
- ► 05/24 - 05/31 (1)
- ► 03/15 - 03/22 (1)
- ► 03/08 - 03/15 (3)
